Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan. Terdapat beberapa rangkaian acara, yaitu upacara dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, kunjungan ke monument radio serta sosialisasi kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan di aula Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan tersebut diikuti oleh Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Tenaga Pelopor Perdamaian dan Taruna Siaga Bencana pada Rabu, 2 Desember 2020.
Upacara digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seluruh peserta upacara mengenakan masker dan menerapkan jaga jarak. Sebelum kegiatan dimulai juga dilakukan penyemprotan pada kendaraan yang digunakan. Upacara Upacara pun dibuka dengan penghormatan terhadap arwah pahlawan. Sebagai inspektur upacara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Dra. Siwi Iriyanti, M.Si memimpin mengheningkan cipta untuk mendoakan arwah para pahlawan. Dilanjutkan dengan melakukan tabur bunga di makam para pahlawan. Setelah upacara selesai, peserta menuju ke monument radio yang beralamatkan di Kalurahan Banaran Kapanewon Playen. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menambah pengetahuan para peserta mengenai pentingnya monument radio bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua Dewan Kebudayaan yaitu CB Supriyanto menyampaikan sejarah dan makna monument radio pada zaman kemerdekaan Republik Indonesia. Para peserta sangat antusias dan serius dalam mendengarkan setiap penjelasan narasumber.
Kegiatan dilanjutkan di aula Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul yaitu sosialisasi dari dua narasumber, yaitu meningkatkan kesadaran bela negara yang disampaikan oleh Kpt ARM Murjiyo (Kodim 0730/GK) dan sejarah perjuangan yang disampaikan oleh Sukasta (Legiun Veteran). Sosialisasi diawali dengan menyanyikan lagu kulihat ibu pertiwi. Kegiatan ini dilaksanakan selain untuk mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur, juga untuk menumbuhkan nilai kepahlawanan sebagai modal sosial untuk kemudian diimplementasikan dan didayagunakan dalam mengatasi berbagai permasalahan, sehingga semangat kepahlawanan seperti cintai tanah air, rela berkorban, pantang menyerah, suka menolong dan sebagainya menjadi sumber motivasi dan modal untuk mengatasi berbagai masalah dan sekaligus memacu guna mewujudkan tujuan dan harapan bersama.